Ramadan Lebih Ramah Lingkungan Dengan Minimalisasi Sampah Plastik

ramadan-lebih-ramah-lingkungan-dengan-minimalisasi-sampah-plastik

Kabar baik datang dari Masjid dan Pusat Komunitas Green Lane (GLMCC) di Birmingham, Inggris, yang memulai pelaksanaan puasa Ramadan yang lebih ramah lingkungan pada 2019. Dilansir Birmingham Mail, tahun-tahun sebelumnya, masjid di sana membagi botol air plastik kepada jamaah Muslim setiap malam Ramadan yang menciptakan sejumlah besar sampah plastik, sehingga membuat pengelola masjid terkait kewalahan dalam membersihkannya. Jadi, pada Ramadan kali ini, GLMCC telah bekerja sama dengan lembaga pemerhati lingkungan setempat, Ecobirmingham tuk menanggulanginya.

Sementara di Indonesia, beberapa inisiatif untuk menekan sampah plastik dilakukan oleh Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU). Seperti apa?

Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas) menjadikan momen puasa dan Lebaran sebagai peluang untuk meningkatkan permintaan plastik di Indonesia. Menurut Wakil Ketua Umum Inaplas Budi Susanto Sadiman, kenaikan permintaan terhadap produk plastik dan kemasan sudah biasa terjadi saat Ramadan hingga Lebaran. Ia pun memprediksi peningkatan demand hingga 20 persen jika dibandingkan dengan bulan normal.

Sementara itu, Vocalis grup rock Navicula, Gede Robi berinisiatif membuat tantangan seru selama bulan puasa kali ini yakni dengan melakukan puasa plastik. Selama sebulan ke depan, ia sendiri akan mencoba menghindari penggunaan plastik sekali pakai dan juga mengajak semua orang untuk ikut dalam tantangannya itu. Tantangan darinya juga berupa sharing ide dan tip untuk mempermudah menjalani keseharian dengan menghindari penggunaan plastik.

Ketua LPBINU M Ali Yusuf menyebut bahwa jika kita berkomitmen dalam mengelola sampah, maka barang tersebut bisa berbuah berkah. Kita bahas selengkapnya bersama Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) M Ali Yusuf.