Menyoroti Gugurnya Guru Akibat Covid dan Kekhawatiran akan Klaster Sekolah

menyoroti-gugurnya-guru-akibat-covid-dan-kekhawatiran-akan-klaster-sekolah

Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menilai bahwa perlindungan terhadap guru sangat lemah di masa pandemi ini. FSGI mencatat hingga 18 Agustus 2020 sudah ada 42 guru dan 2 pegawai Tata Usaha Sekolah yang meninggal karena covid 19. Demi melindungi guru yang jumlahnya semakin minim, FSGI pun mengeluarkan rekomendasi di masa penanganan pandemi Covid-19 saat ini.

Selain itu FSGI juga meminta Pemerintah melakukan pengawasan yang ketat dan jika diperlukan, agar memberikan sanksi kepada pihak-pihak yang melanggar aturan, terutama dalam upaya pembukaan sekolah, dengan sanksi secara bertahap mulai dari sanksi ringan, sedang dan berat sesuai dengan tingkatan kesalahannya.

Sementara, Komisi Perlindungan Anak (KPAI) sebelumnya telah melakukan pengawasan langsung terhadap 27 sekolah di beberapa daerah di Jabodetabek dan luar Jabodetabek. Hasilnya, rata-rata sekolah belum siap memberi perlindungan siswanya dari bahaya Covid-19.

Kita bicangkan hal ini bersama Wakil Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Fahriza Marta Tanjung, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19/Jubir Satgas, Wiku Adisasmito, Epidemiolog Universitas Indonesia Pandu Riono, dan Ketua Lentera Anak Lisda Sundari,